Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juli 2014

Arsitektur Bangunan Tua Siola Tunjungan Surabaya

Arsitektur Bangunan Siola Jl. Tunjungan Tempo doloe. Bangunan yang berlokasi di Jl.Tunjungan selalu akan menjadi icon abadi bangunan tua di Surabaya. Bangunan tua yang berada di pusat kota Surabaya. Sampai saat ini, bangunan Siola tetap berdiri dan masih terlihat indah. Arsitektur bangaunan siola tetap menarik dan indah walau banyak bangunan baru bermunculan di Surabaya. Bangunan arsitektur klasik eropa yang indah tak kalah dengan bangunan masa kini.

Dari dulu bangunan ini berfungsi sebagai bangunan perdagangan dan pertokoan di pusat kota Surabaya. Diharapkan banguan Siola tetap terjaga keaslian detail bangunan. Bangunan Siola di arsiteki oleh arsitek belanda pada masa itu. Saat ini bangunan Siola menjadi milik Swasta. Semoga pihak pemilik bangunan sadar bahwa bangunan ini adalah bangunan cagar budaya Indonesia.

Foto bangunan siola tempo dulu diambil dari sudut sebtrang jalan. Nampak keramaian aktifitas penduduk Surabaya pada masa penjajahan Belanda. Alat transportasi mobil menandakan bahwa kawasan ini berada dilokasi pusat kota Surabaya. Banyak kita lihat transportasi yang lain, transportasi delman dan sepeda menjadi alat transportasi masyarakat Surabaya. 



Rabu, 06 Maret 2013

Arsitektur Bangunan Stasiun Semut Surabaya

Stasiun semut tempo dulu. Berikut ini adalah foto stasiun semut pada jaman belanda. Arsitek perencana Stasiun semut Surabaya merupakan Arsitek Belanda. Bangunan klasik ini masuk dalam bangunan cagar budaya yang harusnya di lindungi oleh Negara Indonesia. Original arsitektur bangunan harusnya tetap terpelihara sebagai kasanah aneka ragam arsitektur zaman penjajahan Belanda

Nampak pada foto hitam putih ini kemegahan gaya arsitektur eropa pada masa itu. Di foto ini terlihat beberapa alat transportasi yang dipakai pada zaman penjajahan Belanda. Alat transportasi pada masa itu antara lain dokar, sepeda dan mobil. Jalan di depan bangunan sudah lebar menandakan di daerah ini dulunya sebagai jalan utama pada jaman penjajahan Belanda.

Bangunan ini sebagai bangunan pendukung transportasi jaman dulu hingga sekarang. Namun sekaraang bangunan tidak difungsikan lagi. Sepertinya bangunan sudah dijual ke pihak swasta. Bangunan yang tampil merupakan gaya bangunan klasik eropa. Detail detail bangunan menggunakan detail arsitektur bangunan klasik eropa. Bangunan klasik stasiun semut Surabaya ini masih ada.

Bangunan Stasiun semut Surabaya masih berdiri namun ada beberaapa pihak swasta yang mengincar dan merobohkan atap dan dinding interior bangunan. Yang tersisah hanya kulit bangunan saja. Seandanya negara mau merawat bangunan tua di Surabaya. Banyak bangunan tua di sekitar stasiun semut Surabaya namun tak terpelihara & hilang karena dirobohkan dan diganti bangunan model terbaru. Harusnya Arsitek zaman sekarang tidak langsung merobohkan elemen bangunan arsitektur peninggalan belanda karena masuk ke dalam bangunan cagar budaya.

Kamis, 11 Agustus 2011

Kawasan Ampel Surabaya tempo doloe

Surabaya sebagai salah satu kota pelabuhan terbesar di Indonesia sejak dulu. Surabaya juga sebagai kota pusat perdagangan Indonesia bagian Timur. Hal ini terlihat didaerah pelabuhan banyak bermunculan toko-toko dan pasar didekatnya. Hal ini terlihat di kawasan Ampel Surabaya. Coba anda perhatikan foto Kawasan Ampel Surabaya tempo doloe.

Kawasan Ampel Surabaya tempo doloe 
Dikawasan ampel mulai jaman penjajahan sampai jaman sekarang tetap menjadi pusat kawasan perdagangan. Tterutama perdaganagn tradisional yang sifatnya grosir karena lokasi ampel ini berdekatan dengan pelabuhan tanjung perak. Di foto terlihat transportasi barang masih menggunakan cikar, kendaraan yang ditarik oleh sapi atau kerbau.

Kawasan ini merupakan kawasan yang multikultur karena merupakan pusat perdagangan. Di foto surabaya tempo dulu ini nampak deretan toko dan aktifitas perdagangan. Banyak penduduk asli Surabaya dan penduduk pendatang yang bekerja di kawasan ini. Dengan adanya banyak penduduk dengan beberapa latar belakang yang tidak sama sehingga terjadi akulturasi budaya. Banyak model bangunan yang mencerminkan latar budaya ini.

Bagi anda yang menyukai wisata kota tua dengan melihat-lihat bangunan kuno. Kawasan Ampel Surabaya dapat menjadi rujukan bagi anda berwisata kota tua. Sampai saat ini kawasan ampel ini masih banyak berdiri bangunan kuno sejak masa penjajahan Belanja. Kawasan ini masyarakatnya dominan memeluk agama Islam hal ini terlihat ada menara masjid dan orang yang berpakaian muslim yang hendak melaksanakan shalat.


Senin, 04 Januari 2010

Bus way di Surabaya

Surabaya sebagai kota metropolitan ke-dua setelah Jakarta, terus berupaya mensejajarkan diri dengan Ibu kota Indonesia. Rencananya tahun depan proyek Bus way di Surabaya bakal segera dilaksanakan. Pada tahun 2010 nanti Surabaya akan menyaingi  Jakarta yang telah lebih dulu memiliki sarana transportasi massal tersebut. Walaupun beda nama namun angkutannya sama yakni menggunakan bus sebagai sarana angkutan massal. Sistem angkutan massal ini dinamakan BRT (Bus Rapid Transit) dan juga masih ada sistem angkutan massal lainnya, yaitu waterway.

Pertambahan kendaraan yang tumbuh secara eksponensial tidak sebanding dengan laju pertambahan panjang jalan yang bisa dibilang nyaris stagnan. Busway ini merupakan jalan keluar atas semakin meledaknya jumlah kendaraan pribadi yang melintas di jalanan Surabaya.
Menurut perhitungan saat ini perbandingan antara arus kendaraan umum dengan kendaraan pribadi adalah 30:70. Dengan pertumbuhan kendaraan roda dua sebanyak 23% dan roda empat sebanyak 9% per tahun, bisa dibayangkan betapa ruwetnya jalan-jalan di kota Surabaya ini kelak, akan penuh sesak dengan kendaraan yang semakin berjubel. Bahkan mungkin macet total, tidak dapat bergerak maju mundur, karena saking penuhnya jalanan sehingga luas kendaraan sama atau bahkan melebihi luas jalan itu sendiri....

Inilah kelemahan berfikir orang indonesia, bukan sarana transportasi massal yang dilirik dan dikembangkan.  Coba lihat masyarakat di jepang.. Sarana transportasi massal maju, kereta supercepat secepat kilat ada... Belum lagi kereta bawah tanah? Kereta monorel? Bus dan lain lain ada. Serta budaya masyarakat jepang selalu berjalan kaki dan bersepeda, karena memang dengan jalan kaki sudah bisa dengan leluasa berpergian keseluruh penjuru negeri. Itulah pintarnya orang jepang. Kita jangan hanya melongo saja. Selain itu sifat gampang gengsi dari orang Indonesia yang tetap melekat juga memperparah kondisi tersebut

Mungkin ada sebagian orang yang pro dan ada sebagian lagi yang kontra dengan proyek semacam busway ini.
Ada yang berpendapat bahwa nanti jumlah lajur jalan akan berkurang karena satu lajur akan terpakai untuk busway serta akan berdampak semakin memperparah kemacetan yang sudah ada. Namun di pihak yang pro sendiri berpikiran jauh kedepan. Busway ini bukan semata-mata untuk menekan kemacetan melainkan merubah pola pikir masyarakat kita untuk beralih dari kendaraan pribadi menuju kendaraan umum seperti Busway ini. Dengan demikian penggunaan kendaraan pribadi bisa ditekan dan subsidi BBM pun bisa berkurang dan dialihkan ke sektor-sektor lainnya yang mendesak dan sangat memerlukan.. Serta tingkat polusi pun bisa diminimalisir serta banyak aspek lainnya yang bisa menguntungkan...

Tentunya semua impian tersebut bisa terlaksana dengan baik dengan syarat, semua sarana pendukung transportasi massal ini harus diperbaiki agar nyaman dan aman untuk penggunanya.... Karena kalau nggak gitu, masyarakat akan berpaling ke kendaraan pribadi lagi dong......?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...