Surabaya sebagai kota Metropolis yang terus berkembang menjadi kota yang besar. Surabaya memiliki jumlah penduduk yang padat serta memiliki multi kultur. Banyak suku daerah yang bermukim di Surabaya. Tentunya tiap daerah memiliki masakan tradisional. Hal ini membuat banyak aneka masakan Nusantara yang dapat kita temukan di Kota Surabaya. Banyak tempat wisata kuliner yang dapat menjdi rujukan. Diantaranya adalah Warung sego meduro "SURAMADU", masakan khas madura oleh Bu Ana. Lokasi di Jl. Kalibutuh no.6 Surabaya. Di depan Raharjo Dinamo surabaya, dekat dengan pertigaan kalibutuh - demak.
Warung Suramadu ini menyediakan masakan tradisional khas masakan Madura. Bagi anda yang ingin mencicipi masakan orang madura silahkan datang ke tempat Bu Ana. Warung ini buka pada pagi hari sampai sore hari. Warung ini memiliki daftar menu masakan khas madura diantaranya: Ayam kremes, Kua asem tulang iga, bebek mercon, cumi cabe hijau, nasi campur: empal, udang, babat, limpa, paru, usus, special sambel pencit. Nasi campur inilah yang menjadi menu special warung suramadu dengan sambel pencitnya.
Warung ini dapat menjadi tempat bagi anda untuk sarapan maupun makan siang. Temukan keunikan masakan masakan madura yang tak ditemukan di tempat lain. Terutama nasi campur dengan sambel pencitnya. Jika anda makan di lokasi, sajian masakan dengan daun pisang membuat masakan ini semakin nikmat. Aroma dan rasa masakan tradisional semakin terasa. Penulis telah mencicipi semua daftar menu masakan di warung ini. Rasanya nikmat, terutama sambel pencitnya yang selalu menggoda untuk mencicipinya. Foto di bawah ini merupakan sajian menu nasi campur yang terdiri dari: Nasi putih, empal, udang, mi goreng ditambah sambel pencit dan serundeng Madura.
Bagi anda yang suka dengan wisata kuliner tradisional, saya merekomendasikan tempat ini. Terutama bagi anda Warga Madura yang merindukan masakan kampung halaman. Anda tidak perlu pulang kampung karena masakan khas Madura dapat anda temukan di tempat ini. Silahkan mencoba masakan khas madura di warung Suramadu di jl. Kalibutuh no. 6 Surabaya, di depan Raharjo Dinamo surabaya, dekat dengan pertigaan kalibutuh - demak.
Another side about surabaya. Informasi tentang tempat wisata, tempat bersejarah, kuliner, souvenir di Surabaya, Arsitek Surabaya 0852.3030.8464
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Agustus 2011
Senin, 05 April 2010
Lontong balap, masakan khas masyarakat Surabaya
Lontong balap merupakan masakan khas masyarakat Surabaya. Sajian ini cukup sederhana, kecambah yang telah direbus, disajikan dengan sedikit kuah rebusan. Ditambahkan irisan lontong dan tahu goreng, diatasnya ditambah kecambah rebus serta ditaburi potongan lento lalu disiram dengan kuah rebusan kecambah. Menikmati sajian ini akan lebih nikmat bila ditambah sambal petisnya yang khas serta ditambahkan sate kerang. Sate kerang dapat disajikan terpisah dan dinikmati dengan sambal petis yang khas lontong balap. Lentonya yang gurih dapat anda jadikan camilan, lento berasal dati kedelai godok yang dicampur dengan tepung dan digoreng
Di hampir semua pelosok daerah Surabaya anda dapat menjumpainya karena banya pedagan keliling yang menjual lontong balap. Apabila anda ingin makan dengan suasana khas tempo dulu, penjual menggunakan pikulan untuk menjual lontong balap. Anda dapat menjumpai para PKL menjual dengan pikulan di jalan kranggan surabaya tepatnya berada di depan ex bioskop garuda.
Mungkin tidak orang Surabaya menyangka bila penjual keliling lontong balap yang merupakan makanan khas Surabaya justru lebih banyak dari luar kota. Sebagian besar pendatang dari Gresik dan Mojokerto. Di Surabaya, para pedagang keliling ini berkumpul jadi satu, bermarkas di rumah mbah Rejeb atau yang disebut sebagai juragan lontong balap. Tepatnya berada di sebuah gang kecil di jalan semarang. Lelaki tua ini yang telah berumur lebih kurang 80 tahun ini masih gesit, dia terlihat tak biasa berdiam diri di usia tuanya. Bersama dengan sang istri, mbah rejo ini menjadi leader bagi para pedagang keliling lontong balap. Di rumahnya berkumpul 18 pedagang, mereka tinggal sementara dan juga menggunakan satu dapur yang sama untuk memasak dan mempersiapkan masakan dagangannya.
Apabila ditanya sejak kapan mbah Rejeb ini menjadi juragan bagi para pedagang keliliking lontong balap. Dia menjawab bahwa usahanya ini sudah dirintis sejak tahun 1950-an. Pada waktu itu semua penjual lontong balap masih memakai pikulan semua. Belum ada yang menggunakan gerobak dorong seperti sekaranng ini. Walaupun saat itu dia berstatus sebagai juragan namun dia juga ikut berjualan keliling namun sekarang tidak lagi, sekarang kerjanya hanya membuat lentho saja. Di umah mbah rejeb inilah, para pedagang mendapatkan modal awal untuk berjualan. Mulai dari minyak goreng, minyak tanah tahu, sate kerang sampai lento semua dari mbah ini. Setiap hari para pedagang berjualan keliling, masing-masing orang memiliki rute yang tidak sama. Dan hsil yang didapatkan setiap harinya di setor pada mbah Rejo selaku juragan. Nilainya disesuaikan dengan jumlah bahan telah mereka gunakan. Dalam jangka waktu tentunya mereka memiliki waktu libur, tepatnya pada bulan puasa. Di saat libur inilah mereka kembali kedesanya masing-masing dan beralih profesi menjadi buruh tani.
Sumber: Surabaya city gide free magazine
Di hampir semua pelosok daerah Surabaya anda dapat menjumpainya karena banya pedagan keliling yang menjual lontong balap. Apabila anda ingin makan dengan suasana khas tempo dulu, penjual menggunakan pikulan untuk menjual lontong balap. Anda dapat menjumpai para PKL menjual dengan pikulan di jalan kranggan surabaya tepatnya berada di depan ex bioskop garuda.
Mungkin tidak orang Surabaya menyangka bila penjual keliling lontong balap yang merupakan makanan khas Surabaya justru lebih banyak dari luar kota. Sebagian besar pendatang dari Gresik dan Mojokerto. Di Surabaya, para pedagang keliling ini berkumpul jadi satu, bermarkas di rumah mbah Rejeb atau yang disebut sebagai juragan lontong balap. Tepatnya berada di sebuah gang kecil di jalan semarang. Lelaki tua ini yang telah berumur lebih kurang 80 tahun ini masih gesit, dia terlihat tak biasa berdiam diri di usia tuanya. Bersama dengan sang istri, mbah rejo ini menjadi leader bagi para pedagang keliling lontong balap. Di rumahnya berkumpul 18 pedagang, mereka tinggal sementara dan juga menggunakan satu dapur yang sama untuk memasak dan mempersiapkan masakan dagangannya.
Apabila ditanya sejak kapan mbah Rejeb ini menjadi juragan bagi para pedagang keliliking lontong balap. Dia menjawab bahwa usahanya ini sudah dirintis sejak tahun 1950-an. Pada waktu itu semua penjual lontong balap masih memakai pikulan semua. Belum ada yang menggunakan gerobak dorong seperti sekaranng ini. Walaupun saat itu dia berstatus sebagai juragan namun dia juga ikut berjualan keliling namun sekarang tidak lagi, sekarang kerjanya hanya membuat lentho saja. Di umah mbah rejeb inilah, para pedagang mendapatkan modal awal untuk berjualan. Mulai dari minyak goreng, minyak tanah tahu, sate kerang sampai lento semua dari mbah ini. Setiap hari para pedagang berjualan keliling, masing-masing orang memiliki rute yang tidak sama. Dan hsil yang didapatkan setiap harinya di setor pada mbah Rejo selaku juragan. Nilainya disesuaikan dengan jumlah bahan telah mereka gunakan. Dalam jangka waktu tentunya mereka memiliki waktu libur, tepatnya pada bulan puasa. Di saat libur inilah mereka kembali kedesanya masing-masing dan beralih profesi menjadi buruh tani.
Sumber: Surabaya city gide free magazine
Kamis, 04 Maret 2010
Lontong Kupang, makanan khas Surabaya
Lontong kupang merupakan salah satu masakan khas Surabaya dan Sidoarjo. Makanan ini paling sering kita jumpai di pantai kenjeran. Terdiri dari bumbu petis hitam, lontong, kuah bercampur kupang sejenis tiram atau kerang kecil. Makanan ini juga sering dijumpai di Sidoarjo , bahkan ada pusat penjualan kupang yang disebut bursa kupang.
Sajian ini cukup sederhana, kupang yang telah direbus, disajikan dengn petis yang digerus dengan bawang putih, campuran tersebut akan diencerkan dengan membubuhi sedikit kuah rebusan kupang. Ditambahkan irisan lontong diatasnya ditaburi potongan lento lalu disiram dengan kuah rebusan kupang. Menikmati sajian ini akan lebih nikmat bila ditambah sate kerang. Sate ini lebih pas jika ditambahkan sambal petis dengan taburan bawang goreng.
Bagi anda yang memiliki alergi atau tidak tawar makan kupang, tidak perlu khawatir sebab ada penawarnya, yaitu air kelapa muda. Minuman ini bukan saja sebagai pelepas dahaga, tetapi juga berfungsi sebagai penawar racun yangt erdapat dalam kupang. Lontong kupang bisa anda dapat kan dibeberapa lokasi, yakni: Bursa kupang Sidoarjo, Pantai ria kenjeran, Pujasera kartika Jl. Diponegoro Surabaya, Dapur nusantara ITC Mega Grosir Surabaya.
Kamis, 07 Januari 2010
Warung Tailand di jalan kedungsari
Apabila anda menginginkan citarasa yang berbeda yang bercitrarasa negara lain sebaiknya anda mencoba masakan dari negeri gajah putih. Citarasanya tidak jauh berbeda dengan masakan nusantara Indonesia. Kemiripan bumbu inilah yang membuat masakan Warung Thailand sesuai dengan lidah orang Indonesia terutama warga Surabaya. Hidangan yang paling populer adalah Sup tom yam. Kuahnya yang asam pedas dengan isi bermacam-macam seafood ditambah dengan kekuatan rasa dan aroma serai dan jahe dipadu asam terasa menyegarkan.
Masakan Khas Tailand otentik inilah yang coba dihadirkan oleh Warung Thailand. Pedas merupakan salah satu ciri masakan Thailand, seperti menu Pad kra pao kai, yaitu potongna daging ayam dibumbui pedas, kemudian dicampur daun kemangi. Ada juga Macha keun bok, yakni ikan gurami digoreng garing disajikan dengan sambal pedas dan air jeruk. Paduan pedas dan asam dicocol dengan daging ikan yang lembut, mempu membuat anda ketagihan.
Keunikan masakan Warung Thailand yang lain, terutama dari kombinasi banyak bahan yang dipadukan justru menimbulkan sensasi cita rasa baru. Seperti pada menu Kao kluk kapi, terdiri dari nasi goreng terasi, ayam manis, ikan teri, potongan kacang panjang dan irisan jeruk nipis. Cara makannya cukup unik karena hidangan ini tidak dinikmati terpisah seperti menyantap nasi goreng pada umumnya. Namun sebaliknya, semua lauk pauk dicampur kemudian diberi rasa air jeruk. Bayangkan saaja bagaimana sensasi rasa yang dihadirkan ketika sampai mulut. Juika anda mulai bosan dengan tom yam, ada sup ayam khas warung Thailand, kuashnya bening disajikan dengan irisan tomat dan kentang. Rasanya segar dan mampu menghangatkan tubuh. Ragam hidangan warung Thailand merupakan suatu kombinasi yang sulit ditemukan dibeberapa negara. Warung Thailand yang berada di Jl.Kedungsari 19-b Surabaya menghadirkan menu khas thailand yang lezat dan harga friendly.
Masakan Khas Tailand otentik inilah yang coba dihadirkan oleh Warung Thailand. Pedas merupakan salah satu ciri masakan Thailand, seperti menu Pad kra pao kai, yaitu potongna daging ayam dibumbui pedas, kemudian dicampur daun kemangi. Ada juga Macha keun bok, yakni ikan gurami digoreng garing disajikan dengan sambal pedas dan air jeruk. Paduan pedas dan asam dicocol dengan daging ikan yang lembut, mempu membuat anda ketagihan.
Keunikan masakan Warung Thailand yang lain, terutama dari kombinasi banyak bahan yang dipadukan justru menimbulkan sensasi cita rasa baru. Seperti pada menu Kao kluk kapi, terdiri dari nasi goreng terasi, ayam manis, ikan teri, potongan kacang panjang dan irisan jeruk nipis. Cara makannya cukup unik karena hidangan ini tidak dinikmati terpisah seperti menyantap nasi goreng pada umumnya. Namun sebaliknya, semua lauk pauk dicampur kemudian diberi rasa air jeruk. Bayangkan saaja bagaimana sensasi rasa yang dihadirkan ketika sampai mulut. Juika anda mulai bosan dengan tom yam, ada sup ayam khas warung Thailand, kuashnya bening disajikan dengan irisan tomat dan kentang. Rasanya segar dan mampu menghangatkan tubuh. Ragam hidangan warung Thailand merupakan suatu kombinasi yang sulit ditemukan dibeberapa negara. Warung Thailand yang berada di Jl.Kedungsari 19-b Surabaya menghadirkan menu khas thailand yang lezat dan harga friendly.
Rabu, 16 Desember 2009
Soto Wawan
Soto Madura merupakan jenis makanan berkuah paling popular di Indonesia. Bahkan setiap daerah di Indonesia memiliki soto kebanggaan dengan nama berbeda sesuai dengan daerah asal. Soto tidak hanya ada di di Jawa maupun Madura, masyarakat Sulawesi Selatan bangga dengan coto Makassar, warga Kalimantan memiliki soto Banjar. Ada juga soto Bandung, soto Betawi hingga soto Padang.
Yang membedakan Soto Madura dengan soto yang lainnya hanya bahan dasarnya (daging sapi, jerohan atau ayam) dengan kuah bening atau diimbuh santan, selain pelengkap sajian. Ada yang memakai telur rebus, soun, kripik kentang, perkedel kentang atau disuguhkan polos begitu saja dengan nasi putih atau lontong.
Hari minggu ini, Saya mencicipi Soto Madura Wawan yang berada di Jl Mayjen Sungkono, Surabaya. Dirintis sejak tahun 1988, kini Soto Madura Wawan sudah memiliki 18 cabang di seluruh Surabaya. Kata sebagian orang sih, soto yang berada di sini (pusat) lebih enak dari pada di cabang yang lain. Kalo menurut kami sih sama saja.
Pada beberapa hari kemudian saya membaca koran Jawa Pos, membahas tentang usaha yang dilakukan Pak Wawan dengan usaha Soto madura wawan dan to soto. Alangkah terkejutnya saya, Pak wawan ternyata bukan asli Madura. Kalo tidak salah ingat dia berasal dari Bojonegoro. Sebagai keluarga besar Madura yang besar di Surabaya saya sangat kecewa dengan hal ini. Ada apa dengan penjual Soto Madura dengan penjual asli Madura? Ini merupakan pembajakan hak paten yang dimiliki orang madura. Seperti halnya yang dilakukan Negara Malaysia terhadap Tarian Bali dan Reog Ponrogo yang di klaim sebagai budaya mereka.
Mohon maaf, pernyataan kami diatas tidak ingin mengusung tema "SARA" dan mungkin agak berlebihan. Selama penggunaan nama Soto Madura dalam berbisnis masih di payung hukum Negara Republik Indonesia, kami pikir sah saja siapapun yang berjualan. Saya berharap warga asli Madura untuk terus mengembangkan budayanya termasuk juga di bidang kuliner. Namun apabila anda mencoba rasa soto Madura dengan penjual yang asli Madura, misal: penjual soto madura yang keliling kampung. Maka anda akan merasakan rasa yang berbeda dibandingkan dengan soto madura wawan. " Ayo, teretan-tretan madura, maju terus pantang mundur".
Yang membedakan Soto Madura dengan soto yang lainnya hanya bahan dasarnya (daging sapi, jerohan atau ayam) dengan kuah bening atau diimbuh santan, selain pelengkap sajian. Ada yang memakai telur rebus, soun, kripik kentang, perkedel kentang atau disuguhkan polos begitu saja dengan nasi putih atau lontong.
Hari minggu ini, Saya mencicipi Soto Madura Wawan yang berada di Jl Mayjen Sungkono, Surabaya. Dirintis sejak tahun 1988, kini Soto Madura Wawan sudah memiliki 18 cabang di seluruh Surabaya. Kata sebagian orang sih, soto yang berada di sini (pusat) lebih enak dari pada di cabang yang lain. Kalo menurut kami sih sama saja.
Pada beberapa hari kemudian saya membaca koran Jawa Pos, membahas tentang usaha yang dilakukan Pak Wawan dengan usaha Soto madura wawan dan to soto. Alangkah terkejutnya saya, Pak wawan ternyata bukan asli Madura. Kalo tidak salah ingat dia berasal dari Bojonegoro. Sebagai keluarga besar Madura yang besar di Surabaya saya sangat kecewa dengan hal ini. Ada apa dengan penjual Soto Madura dengan penjual asli Madura? Ini merupakan pembajakan hak paten yang dimiliki orang madura. Seperti halnya yang dilakukan Negara Malaysia terhadap Tarian Bali dan Reog Ponrogo yang di klaim sebagai budaya mereka.
Mohon maaf, pernyataan kami diatas tidak ingin mengusung tema "SARA" dan mungkin agak berlebihan. Selama penggunaan nama Soto Madura dalam berbisnis masih di payung hukum Negara Republik Indonesia, kami pikir sah saja siapapun yang berjualan. Saya berharap warga asli Madura untuk terus mengembangkan budayanya termasuk juga di bidang kuliner. Namun apabila anda mencoba rasa soto Madura dengan penjual yang asli Madura, misal: penjual soto madura yang keliling kampung. Maka anda akan merasakan rasa yang berbeda dibandingkan dengan soto madura wawan. " Ayo, teretan-tretan madura, maju terus pantang mundur".
Langganan:
Postingan (Atom)




