Jumat, 29 Oktober 2010

Cakcuk, Kaos Oblong Khas Surabaya

kaos kata-kata khas Surabaya
Dari nama merek dagangnya saja unik, khas kata-kata Surabaya. Nama mereknya adalah CakCuk. kata-kata kota kita. Ya nama yang unik sekali. Cak adalah nama sebutan untuk pria dewasa dalam bahasa Surabaya.  Sedangkan Cuk merupakan umpatan kotor dalam bahasa surabaya Cakcuk, walaupun ungkapan kotor kata "cuk" sering sekali di jadikan bahasa sehari-hari pemuda Surabaya. Namun ada juga yang menggunakan kata Cuk sebagai singkatan. Sinkatan katadari Cerdas Ulet dan Kreatif. Wah ada-ada saja!

Apabila anda pergi berwisata ke Bali, banyak orang yang berwisata belanja ke Jogger. Walaupun hanya kaos oblong namun banyak yang mencarinya. Cakcuk dapat juga anda jadikan rujukan sebagai tempat kunjungan wisata ke Surabaya. Di sini menjual segala Kaos Oblong Khas Surabaya. Mulai dari olahan kata-kata dan kalimat khas surabaya ataupun desain gambar lucu desain grafis berkarakter Surabaya. Kaos oblong dengan grafis yang mengangkat tema lokal yang dikemas dengan desain yang lucu. Bila ingin berbelanja online produk cakcuk, kunjungi saja di  http://www.cakcuk.co.id

Produk kaos oblong dari Cakcuk dapat dijadikan souvenir alternatif bagi orang-orang yang berkunjung ke Surabaya. Ataupun sebagai memorabilia orang Surabaya yang jauh berada di tempat lain sebagai pengobat rindu kampung halaman. I Love Surabaya, Surabaya sebagai kota kenangan bagi semua orang. Dapatkan Kaos oblong merek Cakcuk di outlet resmi di Jl. Mayjend sungkono 35 sby, Jl. darmawangsa 35 sby, Jl. Kedung cowek 71 sby atau di Bandara Juanda di depan gate 4.


Jumat, 17 September 2010

Senja di Pantai Losari

Pantai Losari merupakan pantai yang sangat indah untuk melihat sunset. Keindahan pantai yang terletak di sebelah barat Makassar ini memang sungguh mempesona, terlebih ketika matahari terbenam di senja hari. Secara berseloroh, seorang kawan saya pernah berkata, “Senja di pantai Losari tak akan pernah berhenti tersenyum. Pokoknya selalu tersenyum menyapa siapa saja yang menyaksikannya.”

Semburat merah jingga dari mentari yang akan rebah di kaki cakrawala memantul pada laut di hadapan pantai Losari, membawa nuansa dan pesona tersendiri bagi yang menyaksikannya. Beberapa perahu nelayan kecil nampak di kejauhan, kian memperkaya warna senja yang luruh di sana. Dan debur ombak yang menerpa lembut tanggul pantai bagaikan musik syahdu yang membawa suasana terasa kian sentimental diiringi hembusan angin sepoi-sepoi dari arah laut. Banyak fotografer yang mengabadikan kejadian ini untuk menyimpan kenangan keindahannya, akan senyum senja Pantai Losari.
 
Pantai yang juga merupakan landmark Kota Makassar ini memang menawarkan keindahan yang sangat eksotis, terutama saat menyaksikan pemandangan matahari terbenam ketika petang menjelang. Saya masih ingat betul, sejumlah pedagang makanan bertenda berderet sepanjang kurang lebih satu kilometer di pesisir Pantai Losari. Sampai-sampai ada yang sempat menjuluki sebagai “meja makan terpanjang di dunia”. Hidangan yang disajikan pun sangat beragam, namun kebanyakan didominasi oleh makanan laut dan ikan bakar.

Salah satu hidangan khas dan unik di Pantai Losari adalah Pisang Epe’. Jenis makanan ini berupa pisang mentah dibakar, lalu dibuat pipih kemudian diberi kuah air gula merah. Untuk menambah aroma dan kenikmatan, biasanya sang penjual menambahkan durian pada campuran kuah gula merah tadi. Inilah makanan favorit saya sembari menikmati semilir angin senja yang sejuk membelai tubuh.

Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan ke sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.

Seusai menikmati senja, tak usah risau untuk mencari tempat mengisi perut yang lapar. Dengan hanya berjalan kaki sekitar 5 menit dari Pantai Losari, anda akan menemukan pusat jajanan “tanah Anging Mammiri” di Pantai Laguna. Mulai sop konro, coto Makassar, sop Saudara, sop pallubasa, pallu mara dan ikan bakar, pisang epe, es pisang ijo, pallubutung, sari laut, bakso, nasi goreng, mie kering dan capcai bisa Anda temukan pada ratusan gerobak yang mangkal di sana. Harganya pun relatif murah, berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 12.500 per porsi.

Oh ya, bila sempat, jangan lupa menikmati becak khas Makassar menyusuri sepanjang pinggir pantai. Sarana transportasi yang sudah hampir langka ini masih bisa kita jumpai di sana. Rasakan sensasi naik becak dengan kayuhan roda si “daeng” seraya menikmati hempasan angin lembut yang menerpa dari arah depan.

Pantai Losari tak hanya bergeliat di senja hari. Setiap minggu pagi, di sepanjang Jalan Penghibur yang tepat berada di pinggir pantai, ramai oleh orang yang berolahraga, mulai dari jogging, senam, bersepeda atau hanya sekadar jalan-jalan menikmati segarnya udara pagi. Berbagai jajanan dan aneka makanan tradisional tersedia, seperti bubur ayam, bubur kacang ijo, empek-empek Palembang, es pallubutung, es pisang ijo, soto ayam, gado-gado atau lontong sayur. Bagi Anda yang akan mencicipi tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup dengan Rp 4000 sampai Rp 6000 per porsi untuk setiap hidangan sarapan pagi ini.

Tidak terlalu sulit untuk mencapai Pantai Losari karena tempat ini termasuk berada di pusat Kota Makassar. Sejumlah angkutan umum melintasi jalur Jalan Penghibur yang berada di pinggiran Pantai Losari. Sejak direnovasi pada 2006, Pantai Losari kian bersolek, semakin bersih dan indah, sebagai salah satu ikon andalan pariwisata Kota Makassar.

Jadi tak lengkap rasanya, bila anda ke Makassar tidak mampir ke Pantai Losari dan menikmati segala romansanya…Sumber: Amril Taufik Gobel.

Selasa, 31 Agustus 2010

Monumen bambu runcing

Perjalanan bangsa ini meninggalkan dan menyisakan catatan-catatan sejarah pada masa lalu terutama pada masa kemerdekaan. Tidak serta merta negeri ini berdiri gagah seperti adanya sekarang ini. Semuanya tahu bila negeri ini harus berkorban banyak hal, mulai nyawa hingga harta benda untuk mendapatkan kedaulatan berbangsa dan bernegara.

Surabaya, semua mengenalnya sebagai kota pahlawan. Pertempuran hidup mati mempertahankan tiap jengkal tanah, pernah terjadi di kota ini. Begitu bangyak jiwa para pejuang menjadi korban. Bahkan pembumi hangusan kota oleh para pejuang pun pernah dilakukan. Menghormati dan menghargai jas para pahlawan adalah upaya kita untuk menjadi bangsa yang besar. Mengenang rekaman masa perjuangan melalui monumen salah satu caranya, seonggok karya tanpa nyawa, dijadiakn sebagai bukti bahwa kita tetap peduli sejarah masa lalu bangsa ini.
Monumen bambu runcing berdiri tegak membelah arus laulintas di jalan panglima Sudirman. Monumen ini terbentuk dari lima batng bambu runcing. Bambu runcing merupakan simbolisasi patriotisme arek suroboyo di masa perjuangan dalam membela kedaulatan tanah air ini. Kegigihan mereka dalam melawan penjajah didorong semangat perjuangan yang berkobar, walaupun dengan senjata sederhana yang salah satunya berupa sebilah bambu yang diruncingkan pada salah satu ujungnya.

Senin, 05 April 2010

Lontong balap, masakan khas masyarakat Surabaya

Lontong balap merupakan masakan khas masyarakat Surabaya. Sajian ini cukup sederhana, kecambah yang telah direbus, disajikan dengan sedikit kuah rebusan. Ditambahkan irisan lontong dan tahu goreng, diatasnya ditambah kecambah rebus serta ditaburi potongan lento lalu disiram dengan kuah rebusan kecambah. Menikmati sajian ini akan lebih nikmat bila ditambah sambal petisnya yang khas serta ditambahkan sate kerang. Sate kerang dapat disajikan terpisah dan dinikmati dengan sambal petis yang khas lontong balap. Lentonya yang gurih dapat anda jadikan camilan, lento berasal dati kedelai godok yang dicampur dengan tepung dan digoreng

Di hampir semua pelosok daerah Surabaya anda dapat menjumpainya karena banya pedagan keliling yang menjual lontong balap. Apabila anda ingin makan dengan suasana khas tempo dulu, penjual menggunakan pikulan untuk menjual lontong balap. Anda dapat menjumpai para PKL menjual dengan pikulan di jalan kranggan surabaya tepatnya berada di depan ex bioskop garuda.

Mungkin tidak orang Surabaya menyangka bila penjual keliling lontong balap yang merupakan makanan khas Surabaya justru lebih banyak dari luar kota. Sebagian besar pendatang dari Gresik dan Mojokerto. Di Surabaya, para pedagang keliling ini berkumpul jadi satu, bermarkas di rumah mbah Rejeb atau yang disebut sebagai juragan lontong balap. Tepatnya berada di sebuah gang kecil di jalan semarang. Lelaki tua ini yang telah berumur lebih kurang 80 tahun ini masih gesit, dia terlihat tak biasa berdiam diri di usia tuanya. Bersama dengan sang istri, mbah rejo ini menjadi leader bagi para pedagang keliling lontong balap. Di rumahnya berkumpul 18 pedagang, mereka tinggal sementara dan juga menggunakan satu dapur yang sama untuk memasak dan mempersiapkan masakan dagangannya.

Apabila ditanya sejak kapan mbah Rejeb ini menjadi juragan bagi para pedagang keliliking lontong balap. Dia menjawab bahwa usahanya ini sudah dirintis sejak tahun 1950-an. Pada waktu itu semua penjual lontong balap masih memakai pikulan semua. Belum ada yang menggunakan gerobak dorong seperti sekaranng ini. Walaupun saat itu dia berstatus sebagai juragan namun dia juga ikut berjualan keliling namun sekarang tidak lagi, sekarang kerjanya hanya membuat lentho saja. Di umah mbah rejeb inilah, para pedagang mendapatkan modal awal untuk berjualan. Mulai dari minyak goreng, minyak tanah tahu, sate kerang sampai lento semua dari mbah ini. Setiap hari para pedagang berjualan keliling, masing-masing orang memiliki rute yang tidak sama. Dan hsil yang didapatkan setiap harinya di setor pada mbah Rejo selaku juragan. Nilainya disesuaikan dengan jumlah bahan telah mereka gunakan. Dalam jangka waktu tentunya mereka memiliki waktu libur, tepatnya pada bulan puasa. Di saat libur inilah mereka kembali kedesanya masing-masing dan beralih profesi menjadi buruh tani.

Sumber: Surabaya city gide free magazine

Jumat, 19 Maret 2010

Kebutuhan Masyarakat Surabaya

Hampir satu dekade ini di setiap Pemilu di negeri ini, anehnya kita jumpai  para tim sukses tokoh politik selalu menyurvei tingkat popularitas diri sendiri dikalangan calon pemili pemilu maupun pilkada. Kita sebagai calon pemberi suara tidak pernah disurvey mengenai apa yang kita harapkan. Perihal Ini juga terjadi pada Pilkada Surabaya yang dilaksanakan bulan Juni tahun 2010 ini. 
Belum ada tanda-tanda para calon walikota turun ke lapangan guna mengendengarkan aspirasi warga Surabaya. Dengan adanya gerakan turun kebawah ini, diharapkan mereka para calon walikota akan mendapatkan data mengenai beberapa kebutuhan masyarakat Kota Surabaya. Data ini sebagai bahan guna menyusun program kerja yang efektif dan sesuai bagi Masyarakat Surabaya yang akan ditawarkan pada saat kampanye beberapa bulan lagi. Seandainya Survei yang diadakan, berikut sebagai contoh daftar kebutuhan warga Surabaya, mudah-mudahan daftar ini sudah terangkum aspirasi warga secara umum, diantaranya:
  1. Perbaikan akidah dan akhlak sesuai dengan keyakinan  tiap warga Surabaya yang terkenal tempramental.
  2. Penghapusan Lokalisasi Dolly, karena untuk apa kita gembar-gembor pariwisata. Namun tujuan wisatawan ke Surabaya hanya unutk wisata pelampiasan nafsu.
  3. Sistem Aksesbilitas dan sarana transportasi umum yang efektif, nyaman dan aman tanpa banyak campur tanngan pihak swasta.
  4.  Pencabutan dan Pemutihan tatus tanah Surat ijo, di mana rakyat dianggap menyewa ke pihak pemkot Surabaya. Namun dalam prakteknya siapa yang kuat dana akan dengan mudahnya dikeluarkannya pemutihan surat tanah. Surat ijo di Surabaya hanya satu-satunya di Indonesia.
  5. Mulai dipikirkan mengenai Tata Ruang Kota yang agak semrawut ini, tanpa banyak campur tangan pihak swasta sehingga banyak memunculkan markus dari dalam tubuh PNS.
  6. Mulai mengkaji perijinan pembangunan mall dan plaza terhadap AMDAL dan mulai mengurangi & menghentikan pembanguna mall dan plaza dalam periode 10 tahun mendatang karena stok mall  saat ini sudah terlalu banyak.
  7. Perbaikan kondisi pasar tradisional yan sudah ada agar dapat bersaing dengan supermarket.
  8. Gratis biaya pendidikan hingga jenjang SMA (12 tahun)
  9. Kemudahan prosedur perkreditan bagi usaha kecil terutama orang pribumi agar neraca perdagangan positif yang diikuti penyerapan tenaga kerja.
  10. Peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu dengan memberdayakan potensi puskesmas.
  11. Perhatian pada anak yatim piatu dan golongan masyarakat lansia.
  12. Peningkatan kualitas jalan, perbaikan gorong-gorong serta pencegahan banjir.
  13. Digalakkkan perolehan Pajak serta peningkatan kejujuran petugas pajak.
  14. Pembangunan Pusat Kesenian, Perpustakaan dan Museum daerah.
  15. Pemeliharaan serta pemberdayaan Bangunan Cagar budaya karena banyak cagar budaya yang mangkrak tanpa fungsi.
  16. Bantuan Penataan kampung kumuh sehingga dapat menjadi objek wisata yang baru dan edukatif
Diantara sekian daftar kebutuhan warga Surabaya diatas, siapa diantara para calon walikota yang mau memperhatikannya dan memasukkan dalam program kerjanya.Terlepas dari siapa yang terpilih menjadi Walikota Surabaya dan apa program kerjanya, seharusnya memperhatikan kepentingan warganya jangan seperti selama ini Walikota Surabya hanya dirinya sendiri, kerabat dekatnya, golongannya dan siapa yang mampu keuntungan lebih dalam hal materiil.

Kamis, 04 Maret 2010

Lontong Kupang, makanan khas Surabaya

Lontong kupang merupakan salah satu masakan khas Surabaya dan Sidoarjo. Makanan ini paling sering kita jumpai di pantai kenjeran. Terdiri dari bumbu petis hitam, lontong, kuah bercampur kupang sejenis tiram atau kerang kecil. Makanan ini juga sering dijumpai di Sidoarjo , bahkan ada pusat penjualan kupang  yang disebut bursa kupang. 

Sajian ini cukup sederhana, kupang yang telah direbus, disajikan dengn petis yang digerus dengan bawang putih, campuran tersebut akan diencerkan dengan membubuhi sedikit kuah rebusan kupang. Ditambahkan irisan lontong diatasnya ditaburi potongan lento lalu disiram dengan kuah rebusan kupang. Menikmati sajian ini akan lebih nikmat bila ditambah sate kerang. Sate ini lebih pas jika ditambahkan sambal petis dengan taburan bawang goreng. 

Bagi anda yang memiliki alergi  atau tidak tawar makan kupang, tidak perlu khawatir sebab ada penawarnya, yaitu air kelapa muda. Minuman ini bukan saja sebagai pelepas dahaga, tetapi juga berfungsi sebagai penawar racun yangt erdapat dalam kupang. Lontong kupang bisa anda dapat kan dibeberapa lokasi, yakni: Bursa kupang Sidoarjo, Pantai ria kenjeran, Pujasera kartika Jl. Diponegoro Surabaya, Dapur nusantara ITC Mega Grosir Surabaya.

Jumat, 05 Februari 2010

Kampung Batik Kelurahan Gundih Surabaya

Kelurahan Gundih boleh dibilang sebagai kampung yang luar biasa. Selain menampilkan keasrian serta kesejukan sebagi wisata, kampung ini menobatkan dirinya sebagai kampung wisata batik. Tidak ada rotan akarpun jadi. Dengan motto ini warga bersemngat untuk mewujudkan impian Bubutan sebagai kampung wisata batik Tugu tak ingin terhalang walau dengan banyaknya keterbatasan fasilitas yang ada. Usaha warga mulai bermodal patungan hingga menjadikan balai RW sebagai sentra pelatihan bagi warga yang mau berusaha.

Seperti yang dikerjakan komunitas bati RW 8 Tembok Dukuh Surabaya. Para pembuat Batik yang sebagian besar ibu-ibu aktif berlatih untuk perkembangan dan kemajuan tidak hanya di balai RW namun juga ada dibeberapa rumah warga. Didepan mereka terlihat beberapa miotif kain  yang sudah bermotif batik diletakkan atau nyampir di sebuah balok kayu. Warga kelurahan Gundih memang terkenal kompak dan guyub. Kelurahan ini termasuk salah satu kelurahan yang dijadikan proyek percontohan kampung wisata batik di Kecamatan Bubutan. Selain Kelurahan Gundih ada beberapa kelurahan lain yakni kelurahan Alun-alun Contong, bubutan keranggan dan jepara.

Batik yang dibuat ibu-bu Pkk ini memiliki motif baru, mereka berkreasi untuk mencipkan motif baru. Motif yang mereka ciptakan diberikan lebel "Motif tugu" karena mereka berada di kota surabaya yang terkenal dengan ikon tugu pahlawan. Setiap bulan muncul motif baru ari kreasi mereka dan bahkan mereka melombakannya dan dapat hadiah supaya  ibu-ibu semangat. Batik motif tugu merupakan motif batik dengan gambar bercerita, cerita yang dibuat dapat apasaja bebas bercerita dan berkreasi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...